Andri Di Ganjar 9 Tahun Penjara

Andri Di Ganjar 9 Tahun Penjara – Wakil Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya, Andriani Nurdin, mengatakan udah jalani sangsi yang dijatuhkan Komisi Yudisial (KY) . Dia menolak jika sangsi itu sehubungan ‘jual beli’ masalah.

” Sangsi yang sudah dijatuhkan serta sudah saya lakoni, ” kata Andriani, Senin (6/5/2019) .

Sangsi itu sehubungan namanya dikatakan dalam sidang perkara korupsi pegawai MA, Andri Tristianto Sutrisna. Andri kerjakan praktek dagang masalah.

Di persidangan, pembicaraan WhatsApp serta BBM antara Andriani serta Andri dibuka serta berlangsung pembicaraan sehubungan sejumlah masalah yang tengah diadili. Andriani serta Andri sempat saling berdinas di MA, masa itu Andriani jadi asisten hakim agung, serta Andri jadi PNS di MA.

” KY sudah mengecek saya serta dikatakan dapat dibuktikan tdk menjanjikan atau terima/berikan beberapa uang, akan tetapi sebab dipandang begitu aktif, ” tutur Andriani.

Sebab keaktifannya mengontak Andri, MA-KY setuju menjatuhkan sangsi 6 bulan nonpalu. Andriani dianggap melanggar Surat Ketetapan Bersama-sama (SKB) Ketua MA-Ketua Komisi Yudisial (KY) Nomer 047/KMA/SK/IV/2009-Nomor 02/SKB/P. KY 2009 angka 6. 1 serta angka 7. 3. 1 jo PB MARI serta KY Nomer 02/PB/MA/IX/2012-02/PB/P. KY/09/2012 Masalah 10 ayat 2 huruf a serta Masalah 11 ayat 4 huruf c.

Dalam perkara itu, Andri diganjar hukuman 9 tahun penjara.