Mengaku Sebagai Kapolsek Seorang Pemuda Tipu Uang Warga

Mengaku Sebagai Kapolsek Seorang Pemuda Tipu Uang Warga

Mengaku Sebagai Kapolsek Seorang Pemuda Tipu Uang Warga – Seseorang pria bernama Komarudin diamankan polisi di lokasi Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat. Terduga ditangkap karena mengaku-ngaku menjadi kapolsek serta memeras masyarakat.

Penangkapan Komarudin dikerjakan unit Reskrim Polsek Pesanggrahan di pimpin Kanit Reskrim Iptu A Fajrul Choir. Terduga diringkus di muka RS Hermina, Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/11) seputar jam 10.10 WIB.

“Modusnya mengakui menjadi petinggi Polri serta menjanjikan dapat membebaskan terduga yang sudah ditahan,” kata Kapolsek Pesanggrahan Kompol Maulana J Karepesina dalam keterangannya, Selasa (27/11/2018).
Masalah ini berawal, pada 1 November 2018 lantas Komarudin lihat berita di internet masalah terdapatnya masalah tawuran yang menyebabkan korban wafat. Ia juga manfaatkan berita itu untuk lakukan penipuan pada beberapa orangtua yang anaknya ikut serta dalam momen tawuran itu.

Pada 3 November, Komarudin mengontak salah satunya orangtua bernama Deni Hariyanto. Terduga mengaku-ngaku menjadi Kapolsek Pesanggrahan serta minta korban mentransfer uang sebesar Rp 15 juta supaya anaknya bernama Rian Ikhsan yang berstatus saksi bisa dibebaskan oleh penyidik.

“Korban yang terasa ketakutan langsung mentransferkan uang itu, sesudah di konfirmasi pada penyidik, baru korban sadar jika sudah jadi korban penipuan,” tutur Kompol Maulana
Mendapatkan laporan masalah ini, unit Reskrim Polsek Pesanggrahan juga langsung berjalan serta lakukan penangkapan pada Komarudin. Dari terduga beberapa tanda bukti diambil alih, salah satunya 2 unit handphone, 1 buah kartu ATM, dan rekap nomer telephone beberapa lembaga pemerintah.

“Aktor adalah residivis dengan modus masalah sama pada tahun 2013, yang sempat diatasi oleh unit 2 Jatanras Polda Metro Jaya. Aktor seringkali melakukan laganya, disangka ada banyak TKP di luar lokasi hukum Polsek Pesanggrahan,” jelas Kompol Maulana.

Polisi masih tetap lakukan peningkatan atas masalah ini untuk mencari tahu adakah keterkaitan beberapa pihak lainnya. Terduga sendiri sekarang ini ditahan serta dijaring dengan Masalah 378 KUHP Jo Masalah 55 ayat (1) ke 1 KUHP mengenai penipuan.