Putra Mahkota Saudi Dilaporkan Pulang ke Riyadh

Putra Mahkota Saudi Dilaporkan Pulang ke Riyadh – Seseorang pangeran senior Arab Saudi yang sempat mengkritik Raja serta Putra Mahkota Saudi dilaporkan pulang ke Riyadh belakangan ini. Pulangnya ini jadi isyarat Kerajaan Saudi tengah merapatkan barisan dalam melawan krisis terburuk yang dipacu pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.

Seperti dikutip Reuters, Kamis (1/11/2018), Pangeran Ahmed bin Abdulaziz (76) yang disebut adik Raja Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud serta paman Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dilaporkan datang di Riyadh pada Selasa (30/10) waktu ditempat.

Didapati jika Pangeran Ahmed telah 2,5 bulan paling akhir ada di luar negeri. Info itu dikatakan oleh tiga sumber yang dekat dengan keluarga Kerajaan Saudi.

Seseorang diplomat senior Arab menyebutkan Pangeran Ahmed sudah minta agunan keselamatan dari Raja Salman sebelum pulang ke Riyadh. Sumber yang dekat dengan keluarga Kerajaan Saudi menyebutkan kepulangannya mengisyaratkan keinginan itu sudah dipenuhi.

“Saya fikir tentu ada seperti kesepakatan awal. Mungkin ada transisi pesan-pesan serta saat beberapa hal sudah jelas, ia (Pangeran Ahmed-red) akan memutuskan untuk kembali,” ucap sumber Saudi yang diambil Reuters.

Otoritas Saudi belumlah memberi komentar laporan masalah pulangnya Pangeran Ahmed ini. Fakta dibalik kepulangannya ikut belumlah didapati tentu.

Semenjak September lantas, beberapa pengamat bertanya-tanya kapan serta apa Pangeran Ahmed akan pulang. Pertanyaan muncul sesudah tersebar rekaman online yang tunjukkan Pangeran Ahmed melemparkan kritikan langka untuk Kerajaan Saudi, dengan menyebutkan langsung Raja serta Putra Mahkota.

Dua sumber Saudi sudah sempat menjelaskan pada Reuters jika Pangeran Ahmed adalah satu diantara tiga anggota Dewan Kepatuhan Saudi, yang menentang dilengserkannya Pangeran Mohammed bin Nayef menjadi Putra Mahkota Saudi untuk digantikan oleh MBS tahun 2017 kemarin. Dewan Kepatuhan Saudi didapati beranggotakan anggota senior keluarga Kerajaan Saudi.

Kesepakatan Raja Salman untuk pulangnya Pangeran Ahmed dipandang jadi tanda-tanda jika Raja Saudi itu ambil peranan semakin besar dalam kebijaksanaan Saudi semenjak Khashoggi dibunuh pada 2 Oktober kemarin. Didapati jika Raja Salman awal mulanya mewakilkan kekuasaannya pada MBS, yang sudah lakukan reformasi ekonomi serta sosial akan tetapi membidik anggota senior keluarga Kerajaan Saudi serta membungkam beberapa pengkritik.

Beberapa sumber menyebutkan, tidak dapat ditebak apa Pangeran Ahmed, yang disebut anak dari pendiri Kerajaan Saudi mendiang Raja Abdulaziz bin Abdul Rahman Al-Saud ini, akan diamankan atau diperlakukan tidak patut sepulangnya ke Riyadh.

“Mereka menangani ketidaksamaan mereka mendekati melawan badai,” ucap seseorang entrepreneur Saudi yang dekat dengan keluarga Kerajaan Saudi.

Saudi melawan desakan global untuk menuturkan bagaimana Khashoggi dibunuh. Sekutu-sekutu Saudi, termasuk juga Amerika Serikat, menyangka MBS turut bertanggung atas masalah itu. Otoritas Saudi sudah menyanggah keterkaitan MBS dalam masalah sebagai sorotan dunia itu.

Dijelaskan salah satunya sumber jika Pangeran Ahmed diterima langsung oleh MBS waktu datang di Riyadh. Akan tetapi tidak ada photo ataupun pengakuan yang launching berkaitan kepulangannya itu.

“MBS berada di bandara untuk menyongsong kepulangannya mungkin, Ahmed akan mengharap, jadi tanda-tanda jika putra mahkota muda itu ingin tunjukkan jika kebiasaan menghargai bagian keluarga kerajaan yang lebih senior sudah dikembalikan,” ucap pengamat berdiri sendiri, Neil Patrick