Home / Berita Umum / Warga Trenggalek Dibantu TNI Untuk Basmi Tikus Di Sawah

Warga Trenggalek Dibantu TNI Untuk Basmi Tikus Di Sawah

Warga Trenggalek Dibantu TNI Untuk Basmi Tikus Di Sawah – Beberapa puluh petani di Tulungagung dibantu aparat TNI serta Dinas Pertanian ditempat melaksanakan usaha pembasmian hama tikus dengan metode gropyokan. Hasilnya, beberapa puluh tikus bisa diamankan serta dihancurkan.

Perbuatan gropyokan dilaksanakan oleh Grup Tani Mulyo Kelurahan, Kutoanyar, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung. Metode gropyokan ini dilaksanakan melalui langkah mengairi liang sebagai persembunyian tikus dengan air dari pompa air.

Melalui langkah itu, tikus yg ada dalam sarang bakal keluar serta setelah itu diamankan oleh banyak petani ataupun aparat TNI yg ikut pula mendukung dalam aktivitas itu.

Menurut salah satu orang petani, Agus Heri Purwanto, sekarang serangan hama tikus mulai merebak di ruangan persawahan Kutoanyar, karena itu banyak tanaman padi yg rusak dijarah tikus, walaupun sebenarnya umur tanaman padi yg petani baru berumur dua minggu.

” Tikus mulai banyak, serangan tikus ini tak mengetahui umur padi, dimulai dari baru tanam hingga pengin panen dapat di serang. Yg di sini ini rata-rata masih dua minggu banyak yg dipotongi oleh tikus, ” kata Agus, Selasa (2/7/2019) .

Langkah gropyokan teratur diselenggarakan oleh banyak petani ditempat, lantaran dianggap dapat kurangi banyaknya populasi tikus. Tidak hanya itu penduduk pun menempatkan sistem pembasmian melalui langkah lain, mulai menempatkan perangkap sampai penebaran toksin tikus.

” Yang pasti pelbagai trik dilaksanakan biar tikusnya tak bertambah serampangan. Aktivitas begini senantiasa kami melakukan tiap-tiap musim tanam atau ketika padi mulai berubah, ” katanya.

Agus memberi tambahan, penanggulangan hama tikus dianggap lebih efisien seandainya dilaksanakan pada awal musim tanam, sampai perkembanganbiakan tikus bisa diatur. Tidak hanya itu resiko kerugian yg disebabkan diawalnya musim tanam tambah lebih dikit.

” Bila padi masih umur muda seandainya di serang tikus masih dapat tumbuh , namun bila udah mulai berbulir ya mati, ” pungkasnya.

Serangan tikus dengan cara masif pernah berlangsung di ruangan persawahan Kutoanyar dalam akhir 2018 yang silam, karena itu banyak petani yg tidak sukses panen. Kala itu serangan hama tikus sukar diatur dikarenakan umur padi mulai menua.

Disamping itu Petugas PUPT Dinas Pertanian Propinsi Jawa Timur, Suhartoyo, mengemukakan sistem gropyokan dengan air sebagai salah satunya trik buat kurangi banyaknya populasi tikus. Cara tadi dianggap efisien serta lebih ramah lingkungan.

” Bakal efisien seandainya dilaksanakan dengan cara teratur, namun bila tak teratur ya populasinya bakal banyak, ” ujarnya.

Dari penilaian yg dikakukan Dinas Pertanian kabupaten ataupun propinsi, masifnya serangan hama tikus di Tulungagung terutama Kutoanyar dipicu oleh faktor-faktor.

” Aspek yg pengaruhi banyak populasi tikus lantaran musim tanam yg tak bersama-sama, wilayah sini baru tanam dan di seberang sana ingin berbulir bahkan juga ada yg pengin panen, ” pungkasnya.

Sampai persediaan makanan sebagai tujuan tikus terus ada serta melimpah. Tikus bakal alami ledakan perkembangbiakan. Tidak cuman musim tanam, aspek ketaksamaan model tanaman ikut pula pengaruhi tingginya intensif serangan hama tikus.

” Yg di sini padi setelah itu di seberang palawija, ya automatic turut pengaruhi, ” ujarnya.

Faksinya mengakui tak dapat banyak berbuat berkenaan tak serempaknya musim tanam ataupun model tanaman. Faksinya cuma sekedar melaksanakan penyuluhan serta edukasi terhadap banyak petani.

” Kebanyakan yg tak dapat dibawa solid itu yaitu petani yg menyewa area, lantaran mereka menguber waktu serta tujuan pemasukan, ” kata Suhartoyo.

About penulis77