BMW Punya Taktik Imbangi Penjualan Mercedes Di Indonesia

BMW Punya Taktik Imbangi Penjualan Mercedes Di Indonesia

BMW Punya Taktik Imbangi Penjualan Mercedes Di Indonesia – BMW Indonesia mengaku masih kalah berkompetisi dengan lawannya, Mercedes-Benz Indonesia, dalam merampas hati customer di Tanah Air. BMW mengaku sampai kini angka penjualan tetap ada dibawah pesaingnya itu.

Vice President of Sales BMW Indonesia Bayu Riyanto menjelaskan kekalahan BMW dari tahun ke tahun dikarenakan beberapa unsur, diantaranya datang dari kemampuan produksi yang belum sebesar Mercedes-Benz.

BMW didapati sekarang ini mempunyai sarana produksi unit completely knock down (CKD) yang menumpang di pabrik Style Motor, di Sunter, Jakarta Utara. Pabrik itu telah melokalisasi Seri 3, Seri 5, Seri 7, X1, X3, serta X5.

“Sebenarnya dari kemampuan ya, kami ketahui kemampuan belum sebesar Mercy. Jadi memang ini sedang growing, kebetulan saya dari Mercy jadi tahu,” kata Bayu di lokasi Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (17/5).

Mengacu data Kombinasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada tahun kemarin penjualan ritel BMW berhenti di angka 2.360 unit. Jumlahnya itu ketinggalan dari Mercedes-Benz dengan pencapaian 3.859 unit.

Bukan sekedar tahun kemarin, penjualan BMW ketinggalan pada 2017 dengan jumlahnya 2.800 unit, sesaat Mercedes-Benz sampai 3.386 unit.

Bayu menjelaskan untuk menaklukkan penjualan Mercedes-Benz bukan masalah gampang. Dia menjelaskan memerlukan beberapa langkah, termasuk juga meningkatkan variasi kendaraan sampai taktik pemasaran.

“Memang kami dalam situasi growing ke atas, growing ke atas itu perlu produk, type, serta sales marketing yang semua jenis. Karena itu kami perlu mengarah sana,” katanya.

Dari bagian produk, Bayu menerangkan jika daftar mobil BMW yang ditawarkan di Indonesia belum selengkap Mercedes-Benz.

Diterangkan Bayu, contohnya, BMW belum mempunyai lawan GLS, yakni X7 yang disebutkan akan di luncurkan tahun ini. Menurutnya sampai sekarang BMW pun tidak mempunyai kendaraan untuk merampas customer V-Class.

“Tetapi jika disaksikan type per type, kelak kamu dapat lihat X1 compare sama GLA, E-Class itu dengan Seri 5. Tetapi kami hampir sama. Hanya ada banyak type yang kami tidak punyai,” katanya.

Bayu memberikan tambahan untuk menyeimbangi penjualan Mercedes-Benz sebenarnya perlu satu langkah tepat, yakni tawarkan produk tambah murah namun berkualitas.

“Jadi menurut saya jika ingin naik (penjualan) sebetulnya mudah, ya tinggal kami perlu kendaraan yang tambah murah . Tetapi prinsip BMW jaga kualitas